Sosiologi Perayaan paskah pada tanggal 21 April 2019 di Sri Lanka dikejutkan dengan ledakan bom di
dalam gereja. Pagi itu telah terjadi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel
secara hampir bersamaan. Dari serangan tersebut tercatat lebih dari 250 orang meninggal
dunia. Dan lebih dari 450 orang luka-luka dan mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Sebagai umat manusia yang beragama tentunya hal tersebut menimbulkan keprihatinan.
Kecaman terhadap pelaku terror dari seluruh dunia termasuk Indonesia menjadi penanda
bahwa kejadian tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak patut dilakukan. Aksi-
aksi terror memang sering terjadi, tanggal 13-14 Mei 2018 terjadi ledakan bom yang
mengguncang 3 gereja di Surabaya dan satu perumahan di Sidoarjo, berikutnya tanggal 15
maret 2019 telah terjadi juga aksi terror berupa penembakan secara brutal di tiga masjid di
Selandia Baru. Kejadian tersebut menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal. Aksi-aksi terror
tersebut seringkali mengatasnamakan agama sebagai penguat terhadap aksi yang telah
dilakukannya. Dengan dalih melawan ketidak adilan dan kekafiran, para pelaku terror ini tega
menghabisi nyawa orang lain yang dianggap sebagai simbol-simbol kekafiran. Dari kasus
tersebut, silahkan anda uraikan/jelaskan bagaimana aksi terror tersebut bisa terjadi
berdasarkan perspektif psikologi social yang anda telah pelajari!