dalam gereja. Pagi itu telah terjadi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel
secara hampir bersamaan. Dari serangan tersebut tercatat lebih dari 250 orang meninggal
dunia. Dan lebih dari 450 orang luka-luka dan mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Sebagai umat manusia yang beragama tentunya hal tersebut menimbulkan keprihatinan.
Kecaman terhadap pelaku terror dari seluruh dunia termasuk Indonesia menjadi penanda
bahwa kejadian tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak patut dilakukan. Aksi-
aksi terror memang sering terjadi, tanggal 13-14 Mei 2018 terjadi ledakan bom yang
mengguncang 3 gereja di Surabaya dan satu perumahan di Sidoarjo, berikutnya tanggal 15
maret 2019 telah terjadi juga aksi terror berupa penembakan secara brutal di tiga masjid di
Selandia Baru. Kejadian tersebut menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal. Aksi-aksi terror
tersebut seringkali mengatasnamakan agama sebagai penguat terhadap aksi yang telah
dilakukannya. Dengan dalih melawan ketidak adilan dan kekafiran, para pelaku terror ini tega
menghabisi nyawa orang lain yang dianggap sebagai simbol-simbol kekafiran. Dari kasus
tersebut, silahkan anda uraikan/jelaskan bagaimana aksi terror tersebut bisa terjadi
berdasarkan perspektif psikologi social yang anda telah pelajari!
Tindakan terorisme dengan meledakan bom pada perayaan paskah di Sri Lanka bisa dilihat dari perspektif teori pernyataan harapan (expectation state theory). Teori ini menggunakan pendekatan perspektif struktur sosial.
Pembahasan
Ada tiga perspektif yang digunakan oleh Psikologi Sosial yaitu perilaku, kognitif dan struktur sosial. Perspektif perilaku menekankan pada tingkah laku adalah tanggapan dari lingkungan yang adalah rangsangan. Perspektif kognitif menekankan pada proses mental merupakan awal mula terbentuknya perilaku. Terakhir, perspektif struktural menekankan pada kebiasaan individu merupakan cerminan kebiasaan kelompok.
Dalam perspektif struktural terdapat tiga teori yang bisa digunakan untuk menelaah fenomena sosial yaitu teori peran, teori pernyataan harapan dan teori postmodernisme.
Dalam kasus terorisme ini kita bisa menggunakan teori pernyataan harapan. Teori ini menekankan pada peran yang ada dalam kelompok. Setiap anggota kelompok membentuk harapan atas diri sendiri dan anggota lainnya sesuai dengan kemampuannya. Nah, harapan ini didasari pada atribut pribadi dan kelompok seperti jenis kelamin dan ras.
Dalam aksi tersebut dijelaskan aksi terror mengatasnamakan agama, dengan dalih melawan ketidakadilan dan kekafiran. Hal ini menjelaskan bahwa kelompok tersebut memiliki harapan atas diri sendiri dan anggota lainnya sesuai dengan kemampuannya. Mereka meletakan tugas pada orang untuk meledakan bom atau aksi terror lainnya. Harapan kelompok ini adalah membentuk dunia tanpa ketidakadilan dan kekafiran. Untuk memenuhi harapan tersebut maka mereka berani menghabisi nyawa orang lain sebagai simbol kekafiran.
Pelajari lebih lanjut
Materi tentang cara perspektif melihat realitas sosial pada https://brainly.co.id/tugas/24759945
#BelajarBersamaBrainly
#SPJ1
[answer.2.content]